|
|
|
|
|
Selasa, 07 Apr 2009
BPLH Kesulitan Pendataan Titik Air

Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung kesulitan dalam melakukan pendataan titik air tanah di Kota Bandung. Hingga saat ini, baru 863 titik perolehan air yang didata di Kota Bandung. Sedangkan dalam data yang disampaikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat saat pembahasan Perda mengenai Pajak Air Tanah akhir tahun lalu, terdapat potensi sedikitnya 5.000 titik air tanah di Kota Bandung.

“Untuk menemukan titik perolehan air yang tak berizin memang sulit, karena bentuk fisiknya kan bisa disembunyikan di mana pun,” ucap Kepala BPLH Kota Bandung Ahmad Rekotomo didampingi Kabid Pengelolaan Air Tanah BPLH Kota Bandung Iksani Sadikin, ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (27/9).

Menurut Rekotomo, pihaknya akan segera membentuk tim penyisiran, untuk terus melakukan pendataan titik perolehan air di Kota Bandung. Untuk mengendalikan pengambilan air, BPLH rencananya juga akan memasang alat Automatic Meter Reading (AMR) atau pembaca meteran air otomastis di 50 perusahaan.

AMR adalah alat yang memiliki teknologi pengumpulan data konsumsi air secara otomatis. Data status dari meteran ditransfer ke database pusat untuk penagihan. Pengukurannya didasarkan pada konsumsi sehingga mendekati waktu nyata daripada perkiraan berdasarkan konsumsi sebelumnya. Cara ini bisa membantu pemerintah dan pengguna dalam mengontrol penggunaan konsumsi air. (A-175/das)***

Sumber: Pikiran Rakyat Online